
Eksfiltrasi data terjadi ketika informasi sensitif dicuri dari suatu sistem atau akun. Hal ini bisa terjadi secara diam-diam melalui malware. Ini juga dapat terjadi akibat akun yang disusupi atau penyalahgunaan akses. Memahami bagaimana data keluar dari kendali Anda adalah langkah pertama untuk mencegah kerugian dan melindungi informasi pribadi maupun bisnis. Eksfiltrasi data tidak selalu melibatkan malware; penyerang juga dapat mencuri data menggunakan akun yang disusupi atau alat biasa.
Yang perlu Anda ketahui:
- Eksfiltrasi data adalah pemindahan data secara tidak sah keluar dari suatu sistem atau akun.
- Sering kali melibatkan kredensial yang dicuri atau penyalahgunaan akses yang sah.
- Risiko utamanya bukan sekadar keterpaparan, melainkan data disalin atau dipindahkan ke tempat lain.
- Kebocoran data biasanya tidak disengaja. Eksfiltrasi umumnya disengaja.
- Memantau aktivitas yang tidak biasa dan membatasi akses dapat membantu mengurangi risiko.
Apa itu eksfiltrasi data dalam keamanan siber?
Eksfiltrasi data adalah pemindahan atau pencurian data secara tidak sah dari perangkat atau jaringan. Ciri utamanya adalah data diambil dari lokasi aslinya tanpa izin.
Jika penyerang memperoleh akses ke akun email lalu mengunduh daftar kontak atau catatan keuangan, informasi tersebut telah dieksfiltrasi. Kerugian terjadi karena data tidak lagi berada di bawah kendali pemiliknya dan dapat dibagikan bahkan dijual.
Apa perbedaan eksfiltrasi data dan kebocoran data?
Eksfiltrasi data biasanya melibatkan pencurian yang disengaja. Penyerang atau orang dalam dengan sengaja memindahkan data keluar dari sistem untuk digunakan demi keuntungan finansial atau spionase.
Kebocoran data biasanya tidak disengaja. Ini dapat terjadi saat file dibagikan secara publik karena kesalahan. Hal ini juga bisa terjadi ketika penyimpanan yang dikelola buruk mengekspos informasi atau data sensitif terkirim ke penerima yang salah.
Dampaknya sama bagi pengguna: data tidak lagi berada di bawah kendali Anda. Perbedaannya terletak pada penyebabnya: pengambilan yang disengaja versus keterpaparan yang tidak disengaja.
Bagaimana eksfiltrasi data terjadi?
Eksfiltrasi data biasanya mengikuti pola. Penyerang awalnya memperoleh akses tidak sah ke sistem atau akun. Mereka kemudian mengidentifikasi dan mengumpulkan data berharga. Setelah itu mereka mentransfer data tersebut ke lokasi lain tempat data dapat digunakan atau dijual.
Proses ini tidak selalu memerlukan alat peretasan canggih. Banyak insiden berawal dari kesalahan sehari-hari seperti mengeklik tautan phishing atau menggunakan kembali kata sandi yang lemah. Beberapa penyerang menggunakan akun yang disusupi atau alat bawaan untuk memindahkan data secara diam-diam tanpa memasang malware. Hal ini dapat membuat indikator eksfiltrasi data sulit dikenali.

Bagaimana penyerang mendapatkan akses ke data?
Sebagian besar serangan dimulai dengan metode yang dirancang untuk mengecoh pengguna, bukan menembus pertahanan teknis. Email phishing dapat berisi tautan ke halaman masuk palsu yang menangkap nama pengguna dan kata sandi. Unduhan berbahaya dapat memasang spyware yang memantau aktivitas atau mencuri file.
Kata sandi yang lemah atau digunakan kembali juga membuat akun lebih mudah disusupi. Setelah penyerang mendapatkan akses ke akun email atau sistem cloud, mereka dapat mulai mencari informasi sensitif.
Bagaimana penyerang memindahkan data keluar dari sistem?
Penyerang mentransfer data yang mereka ambil ke lokasi eksternal yang mereka kendalikan. Ini sering kali melibatkan pengunggahan file ke layanan penyimpanan cloud atau mengirimkannya ke server jarak jauh.
Penyerang dapat menggunakan koneksi terenkripsi atau alat sah yang sudah tersedia di sistem. Karena metode ini dapat menyerupai aktivitas normal, eksfiltrasi data bisa berlangsung lama tanpa terdeteksi.
Jenis data apa yang menjadi sasaran dalam eksfiltrasi data?
Penyerang biasanya berfokus pada data yang dapat digunakan untuk keuntungan finansial atau pencurian identitas. Semakin berharga atau mudah digunakan kembali informasi tersebut, semakin menarik bagi mereka.
Target umum mencakup kata sandi, detail akun keuangan, dan informasi identitas pribadi (PII) seperti nama, alamat, dan nomor identifikasi. Penyerang juga dapat mencari file yang berisi kontrak, catatan pelanggan, atau informasi bisnis rahasia.
Baik individu maupun organisasi terdampak. Kredensial login yang dicuri dapat digunakan kembali untuk mengakses banyak akun. Data bisnis yang bocor dapat dijual atau dieksploitasi untuk keunggulan kompetitif atau aktivitas penipuan.
Seperti apa eksfiltrasi data dalam praktiknya?
Eksfiltrasi data sering terjadi di latar belakang dan dapat menyerupai aktivitas normal. Contoh berikut menunjukkan bagaimana ini dapat terjadi dalam situasi sehari-hari.
- Akun email yang disusupi secara otomatis meneruskan lampiran dan pesan ke penyerang tanpa disadari pengguna.
- Malware pada laptop mengumpulkan kata sandi yang tersimpan dari browser dan mengirimkannya ke server jarak jauh.
- Login akun cloud yang dicuri memungkinkan seseorang mengunduh file pribadi atau dokumen sensitif dari penyimpanan online.
Apa tanda peringatan eksfiltrasi data?
Mengetahui cara mendeteksi eksfiltrasi data tidak selalu mudah. Namun ada tanda-tanda praktis bahwa sesuatu yang tidak biasa mungkin sedang terjadi. Indikator ini sering muncul sebagai aktivitas akun atau perangkat yang tidak terduga, bukan peringatan teknis yang jelas.
Perhatikan pola seperti ini:
- Login yang tidak dikenal dari lokasi atau perangkat baru
- Perangkat tidak dikenal yang terhubung ke akun atau jaringan Anda
- Transfer file berukuran besar atau berulang yang bukan Anda yang memulainya
- Notifikasi penggantian kata sandi mendadak atau peringatan keamanan
- Perilaku akun yang tidak biasa, seperti file hilang atau pengaturan berubah
- Lonjakan tak terduga dalam penggunaan data pada perangkat atau koneksi internet
- Email atau pesan terkirim tanpa sepengetahuan Anda
Melihat salah satu tanda ini tidak selalu berarti eksfiltrasi data telah terjadi, tetapi aktivitas yang berulang atau tidak dapat dijelaskan perlu diselidiki.
Apa yang terjadi pada data yang dicuri setelah dieksfiltrasi?
Jarang sekali penyerang membiarkan data yang dicuri tidak digunakan. Informasi yang dicuri biasanya dimonetisasi atau dibagikan kepada penjahat lain.
Hal ini dapat menyebabkan transaksi tidak sah atau pencurian identitas. Bagi bisnis, ini dapat mengganggu operasional, merusak kepercayaan pelanggan, dan menimbulkan masalah hukum atau kepatuhan. Dampaknya bergantung pada jenis data yang dicuri dan bagaimana data tersebut digunakan.
Bagaimana penyerang menggunakan data yang dicuri?
Penyerang sering menggunakan data yang dicuri untuk melakukan penipuan atau mendapatkan akses lebih jauh ke akun. Kredensial login yang dicuri dapat digunakan kembali untuk mengambil alih akun perbankan atau media sosial.
Data juga kerap dijual di pasar bawah tanah atau digunakan sebagai alat pemerasan. Penyerang mungkin mengancam akan merilis file sensitif kecuali jika tebusan dibayar.
Risiko apa yang dihadapi korban?
Korban dapat mengalami kerugian finansial, terbukanya privasi, atau kerusakan reputasi jika informasi pribadi atau bisnis disalahgunakan.
Beberapa risiko dapat bertahan lama. Kredensial atau data pribadi yang dicuri tetap menarik bagi peretas dan penipu. Data tersebut bisa digunakan kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian dan menyebabkan kompromi akun yang berulang atau upaya penipuan berulang.
Bagaimana cara mencegah eksfiltrasi data?
Mencegah eksfiltrasi data dimulai dengan mengendalikan akses dan tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan. Sebagian besar insiden memanfaatkan kelemahan sederhana. Hal-hal seperti kata sandi lemah dan perangkat lunak usang dapat menjadi jalan masuk.
Langkah-langkah praktis yang dapat Anda lakukan meliputi:
- Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, lalu simpan dengan pengelola kata sandi
- Aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) untuk menambah lapisan perlindungan
- Berhati-hatilah dengan tautan dan unduhan, terutama dalam email atau pesan yang tidak terduga
- Selalu perbarui perangkat dan aplikasi agar kerentanan keamanan segera ditambal
- Batasi akses ke file sensitif dengan hanya membagikan yang diperlukan
- Gunakan metode berbagi file yang aman seperti layanan cloud tepercaya dengan kontrol akses
- Tinjau izin akun secara berkala dan hapus akses yang tidak lagi Anda perlukan
Kebiasaan ini mengurangi kemungkinan penyerang dapat masuk atau memindahkan data tanpa terdeteksi.
Lindungi privasi Anda
Kaspersky Premium menawarkan berbagai alat yang dirancang untuk melindungi perangkat Anda, memantau apakah data Anda digunakan atau dijual secara online, dan menjaga aktivitas Anda tetap pribadi.
Coba Premium GratisApa yang harus dilakukan jika Anda menduga terjadi eksfiltrasi data?
Bertindaklah cepat namun tetap tenang jika Anda menduga data Anda telah dieksfiltrasi. Tindakan dini dapat membatasi kerusakan dan mencegah akses lebih lanjut.
Ikuti langkah-langkah berikut:
- Segera ganti kata sandi, mulai dari email dan akun-akun kritis
- Aktifkan atau konfirmasikan MFA pada layanan penting
- Tinjau aktivitas akun terbaru untuk melihat login atau unduhan yang tidak dikenal
- Amankan perangkat yang terdampak dengan menjalankan pemindaian keamanan atau memperbarui perangkat lunak
- Pantau akun keuangan dan akun online untuk transaksi atau perubahan yang tidak biasa
- Hubungi layanan atau penyedia terkait jika data sensitif atau informasi pembayaran mungkin terlibat
Mendokumentasikan apa yang terjadi juga dapat membantu proses pemulihan dan pelaporan jika diperlukan.
Mengapa eksfiltrasi data semakin umum terjadi?
Eksfiltrasi data meningkat karena informasi yang dicuri dari pembobolan data menjadi lebih mudah dimonetisasi. Penyerang dapat menjual data atau menggabungkannya dengan serangan ransomware untuk menekan korban agar membayar.
Pertumbuhan penyimpanan cloud dan layanan terhubung juga menciptakan lebih banyak peluang bagi data untuk berpindah antar sistem. Alat-alat ini meningkatkan kenyamanan. Namun, alat tersebut juga memperluas jumlah tempat di mana data dapat diakses dan berpotensi dicuri.
Artikel terkait:
- Apa implikasi menerima cookie terhadap privasi Anda?
- Apa kekhawatiran utama terkait privasi media sosial saat ini?
- Apa itu kejahatan siber dan bagaimana kaitannya dengan eksfiltrasi data?
- Apa risiko Ancaman Persisten Tingkat Lanjut dalam eksfiltrasi data?
Produk yang direkomendasikan:
FAQs
Apakah eksfiltrasi data dapat terjadi tanpa peretasan?
Ya. Eksfiltrasi data dapat terjadi tanpa peretasan tradisional. Misalnya, penyerang dapat menggunakan kata sandi yang dicuri, akun yang disusupi, atau pengaturan cloud yang salah konfigurasi untuk mengakses dan mengunduh data menggunakan alat normal.
Perangkat mana yang paling berisiko mengalami eksfiltrasi data?
Perangkat apa pun yang menyimpan atau mengakses data sensitif dapat berisiko. Perangkat yang terhubung ke internet atau digunakan bersama antar pengguna biasanya memiliki eksposur yang lebih tinggi.
Apakah data terenkripsi tetap bisa dieksfiltrasi?
Ya. Enkripsi melindungi data agar tidak dapat dibaca tanpa kunci yang benar, tetapi penyerang tetap dapat menyalin atau mentransfer file terenkripsi. Jika mereka kemudian mendapatkan kunci atau kata sandi, data tersebut mungkin dapat diakses.
Bagaimana penyerang menghindari deteksi saat melakukan eksfiltrasi data?
Penyerang sering menggunakan metode yang menyerupai aktivitas normal, seperti mengunggah file melalui layanan sah atau mentransfer data dalam jumlah kecil selama periode waktu tertentu. Mereka juga dapat menggunakan koneksi terenkripsi untuk menyembunyikan konten transfer.
